Formula Nutrimon Percepat Pertumbuhan Jati Plus Perhutani

SURABAYA, PERHUTANI (08/04/2022) | Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro meninjau lokasi ujicoba tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) Perhutani yang menggunakan formula nutrisi hormon (nutrimon) sebagai salah satu cara meningkatkan percepatan pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani di petak 24e seluas 4,7 hektar wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ranu Pakis, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klakah, Lumajang pada Kamis (07/04).

Wahyu Kuncoro mengatakan bahwa secara normal pertumbuhan Jati Plus Perhutani dalam waktu dua tahun batangnya hanya setinggi 3,5 meter. Namun, jika diperlakukan khusus dengan pemberian nutrimon sebagai cairan perangsang dengan cara menyayat kulit dan menyiramkan ke seluruh bagian batang dan daun sebagai nutrisi tambahan, dalam waktu 16 bulan jati plus ini tingginya dapat mencapai rata-rata hampir 7 meter.

Ia juga mengatakan bahwa Perhutani terus berinovasi dalam pengembangan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) guna meningkatkan produktivitas kayu untuk memenuhi kebutuhan industri furnitur kayu, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan cara penelitian melalui serangkaian kegiatan pemuliaan pohon dan menggunakan formula yang disebutnya sebagai nutrisi hormon (nutrimon).

“Karena dengan umur yang sama, diameter Jati Plus Perhutani menggunakan nutrimon ini jauh lebih besar dibandingkan diameter pohon jati yang ditanam secara konvensional. Pemberian nutrimon juga sebagai upaya mempercepat pertumbuhan jati untuk mendapatkan masa tebang dengan daur pendek sehingga bisa mempercepat pendapatan perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan bahwa pemberian nutrimon pada jati plus ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa karena apabila dilihat secara fisik, Jati Plus Perhutani ini sangat jauh lebih cepat pertumbuhannya.

“Kalau ini benar-benar pengaruh dari pemberian nutrimon, ini perlu direplikasi di tempat lain, khususnya di lahan- lahan yang tingkat kesuburannya rendah, dan lahan-lahan yang marginal sehingga benar-benar memiliki formula yang sudah bisa terbukti (proven) sehingga di semua tempat hormon ini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jati,” katanya.

Sementara itu Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur Karuniawan Purwanto Sanjaya menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal upaya inovasi pertumbuhan JPP yang sudah dilakukan oleh Perhutani KPH Probolinggo.

“Mudah-mudahan menjadi hak paten yang memang bagian dari sebuah inovasi, untuk meningkatkan produktivitas lahan di Perhutani,” katanya. (Kom-PHT/DivreJatim/Pa)