Perhutani Group dan BPDLH tandatangani MOU kerjasama penyaluran dana lingkungan hidup

JAKARTA, PERHUTANI (09/09/2020) | Perhutani Group dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dalam rangka kerjasama penyaluran dana lingkungan hidup untuk pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi hutan dan lahan, investasi lingkungan hidup, dan penguatan perhutanan sosial, bertempat di Wisma Antara lantai 12 Jakarta, rabu (09/09).


Dalam sambutannya, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BPDLH Djoko Hendratto menyampaikan bahwa target utama dalam kinerja BPDLH adalah dapat menyalurkan pembiayaan atas dana yang didapatkan dari pelaku-pelaku industri di sektor kehutanan.

Djoko menjelaskan bahwa dimungkinkan Indonesia dapat mengelola dana lingkungan hidup yang diperoleh dari Carbon Trade sebesar 103,8 Juta USD dari The Green Climate Fund (GCF) Canada dan Norwegia dengan perkiraan nilai tersebut paling besar ada di sektor kehutanan.

“Maka dari itu kita harus berpartner dengan agen pemerintah yang sudah berpuluh-puluh tahun mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya hutan yaitu Perum Perhutani  dan PT Inhutani”, ujar Djoko.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan bahwa Perhutani Group menyambut baik Kerjasama dalam penyaluran dana lingkungan hidup ini yang bisa dipergunakan untuk pengelolaan hutan seluas 2,4 juta Ha di Pulau Jawa dan 1,2 juta Ha yang tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.


“Kami akan mempersiapkan program ini dengan baik agar dapat memanfaatkan penyaluran dana ini untuk kegiatan di Perhutani Group dan para stakeholder sehingga pengelolaan hutan berjalan secara lestari yang berkelanjutan”, kata Wahyu.