PTPP Siasati Strategi Bisnis untuk Pemulihan Kinerja Perusahaan

PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (“Perseroan”) telah menyusun dan menetapkan berbagai program kebijakan dan strategi perusahaan guna optimistis di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Merebaknya wabah pandemi Covid-19 secara global termasuk Indonesia yang dimulai sejak awal tahun 2020 mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Tentunya hal tersebut sangat berdampak besar dalam semua sektor kehidupan. Merebaknya wabah pandemic Covid-19 secara global tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut menuai dampak signifikan.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19, Pencapaian kinerja perusahaan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik dimana dalam kondisi wabah, Perseroan masih dapat membukukan Laba Bersih tahun berjalan sebesar Rp. 266 Miliar dimana pencapaian tersebut berhasil melampaui target revisi yang telah ditetapkan sebelumnya. Tentunya hal tersebut menjadi keyakinan tersendiri bagi perusahaan untuk terus optimistis di masa pandemi Covid-19 ini. Perseroan juga telah menetapkan kinerja di tahun 2021 ini dapat bertumbuh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target kinerja keuangan di tahun 2021 ini, Perseroan telah menyusun berbagai strategi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk strategi perusahaan jangka pendek, Perseroan telah menuangkan strategi tersebut ke dalam buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (“RKAP”) 2021. Dimana dalam strategi jangka pendek Perseroan berorientasi kepada 5 (lima) fokus utama yang sesuai dengan prioritas Kementerian BUMN, yaitu: Nilai Ekonomi & Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta. Dalam sektor Nilai Ekonomi & Sosial, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan, yaitu dengan berfokus pada segmen Champion (Seaport dan Power Renewables). Dalam Inovasi Model Bisnis, salah satu yang akan dijalankan oleh Perseroan ditahun ini dengan melakukan penyelarasan sistem Induk dan Anak Perusahaan. Dimana dalam Kepemimpinan Teknologi, Perseroan akan mempercepat pengembangan smart construction technology. Sementara itu, Perseroan juga akan mengembangkan global talent readiness program di bidang SDM.

Tidak hanya menyusun strategi jangka pendek, Perseroan juga telah menyusun strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk terus bertumbuh dan bertahan. Dimana beberapa strategi yang telah disusun meliputi: memperluas kepemimpinan, investasi (perputaran nilai), penyelarasan lini bisnis, dan memperkuat kapabilitas perusahaan.

 

Perkuatan aspek strategi dengan bertransformasi menyesuaikan diri (adaptif) dalam menghadapi masa pandemi telah dan akan dilakukan oleh Perseroan dengan menerapkan beberapa strategi atau kebijakan bisnis, yaitu: melakukan transformasi portofolio bisnis, transormasi unit bisnis, transformasi organisasi, transformasi tata Kelola binis, dan transformasi pengelolaan inovasi, teknologi & corporate knowledge.

 

Dalam bidang investasi, Perseroan akan memfokuskan pada selective investment dimana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini. Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannnya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan Kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan.


“Di masa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak perusahaan merubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang harus mendaur ulang rencana bisnis perusahaannya. Tentunya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dan bangkit di masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui, wabah pandemi Covid-19 ini bukan hanya masalah kesehatan global tetapi sudah berubah menjadi bencana ekonomi dunia. Banyak sekali sektor usaha yang terdampak akibat merebaknya wabah tersebut termasuk dunia konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan telah menuangkan berbagai kebijakan strategi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Yuyus Juarsa Sekretaris Perusahaan kepada rekan media.

 

“Dengan menjalankan strategi jangka pendek di tahun 2021 dan menjalankan strategi offensive yang telah disusun di masa pandemi, Perseroan berharap dapat mencapai kinerja perusahaan yang telah ditargetkan di awal tahun ini. Tentunya dengan kehadiran program vaksinasi yang sedang gencar dilaksanakan oleh Pemerintah menjadi salah satu stimulus positif bagi perusahaan untuk dapat mencapai target di tahun ini. Beberapa kebijakan finansial maupun fiscal yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah di tengah pandemic saat ini juga memberikan optimisme bagi perusahaan untuk bangkit dan bertumbuh, Perseroan optimistis bahwa kondisi penurunan kinerja perusahaan karena pandemi Covid-19 ini hanya bersifat sementara. Dimana Perseroan telah menyiapkan berbagai strategi jitu guna memperlancar dan mempercepat recovery kinerja perusahaan,” ujar Yuyus.