Kinerja Keuangan BUMN

Kinerja Pokok BUMN

Uraian

2019

2018

2017

2016

2015

YoY 2019-2018

Aset

8.739

8.145

7.210

6.473

5.760

7,3%

Liabilitas

6.075

5.592

4.830

4.216

3.769

8,6%

Ekuitas

2.664

2.553

2.380

2.257

1.991

4,3%

Pendapatan

2.456

2.491

2.027

1.710

1.699

-1,4%

Laba bersih tahun berjalan

165

183

186

176

149

-9,8%

Total Laba

187

212

191

183

160

-11,8%

Total Rugi

-22

-29

-5

-7

-11

24,1%

Belanja Modal

367

448

315

298

221

20,33%

Setoran Pajak

284

245

211

190

176

15,9%

Setoran Dividen

50

44

43

37

37

4,5%

 

Total asset BUMN per 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 8.739 Triliun, meningkat 7,3% dari tahun sebelumnya. Kontribusi peningkatan asset di tahun 2019 masih didominasi oleh BUMN-BUMN di sector Perbankan, Energi serta Infrastruktur. BUMN yang dengan kontribusi kenaikan asset tertinggi adalah BRI, Bank Mandiri serta PLN.

Sementara itu, liabilitas BUMN juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Total liabilitas BUMN per tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp 6.075 Triliun mengalami kenaikan sebesar 8,6% dari tahun sebelumnya. Kenaikan Liabilitas juga didominasi dari BUMN-BUMN di sector Perbankan, Energi dan Infrastruktur. Kenaikan liabilitas pada BUMN perbankan disebabkan oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terus tumbuh, pada tahun 2019 DPK naik sebesar 7,7% dari tahun sebelumnya. Sementara itu kenaikan liabilitas pada BUMN-BUMN di sector Energi dan Infrastruktur disebabkan oleh penerbitan obligasi yang kebanyakan untuk mendanai penugasan-penugasan oleh pemerintah kepada BUMN serta untuk pengembangan usaha BUMN.

Jumlah pendapatan BUMN pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 2.456 Triliun mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar 2.491 (-1,4% YoY). BUMN dengan kenaikan pendapatan tertinggi adalah Inalum, PLN, Mandiri dan BRI.

Total Laba BUMN pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 187 Triliun menurun 11,8% dari tahun 2018 yaitu sebesar Rp 212 Triliun. BUMN dengan kenaikan Laba tertinggi adalah Bank Mandiri, BRI, dan PNM. Sementara itu BUMN seperti Garuda Indonesia berhasil mencatatkan laba setelah tahun sebelumnya mencatatkan rugi bersih.

Sementara itu, pada tahun 2019 BUMN mencatatkan belanja modal sebesar Rp 367 Triliun menurun sebesar 20,33% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 461 Triliun. BUMN dengan belanja modal tertinggi pada tahun 2019 adalah BUMN-BUMN yang bergerak di sector Energi yaitu PLN dan Pertamina. Selain itu di Telkom merupakan BUMN dengan Belanja Modal tertinggi ketiga pada tahun 2019. BUMN Karya yaitu Hutama Karya dan Waskita Karya berada di peringkat 4 dan 5 BUMN dengan belanja modal tertinggi pada tahun 2019.

Kontribusi setoran pajak dan dividen BUMN mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Kontribusi pajak BUMN pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 284 Triliun mengalami kenaikan sebesar 15,9% dari tahun 2018 yaitu sebesar Rp 245 Triliun. Sementara itu, setoran PNBP berupa dividen BUMN pada tahun 2019 sebesar Rp 50 Triliun mengalami kenaikan sebesar 12% dari tahun 2018 yaitu sebesar Rp 44 Triliun. BUMN dengan setoran dividen terbesar pada tahun 2019 adalah BRI, Telkom, serta Pertamina.