Info BUMN

PLN – Pemprov Jabar Sinergi Gelorakan Electrifying Lifestyle

Bandung, 4 November 2020 – PLN bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sinergi mengampanyekan electrifying lifestyle, sebuah gaya hidup dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan, seperti penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi.

Kampanye ini digencarkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi ramah lingkungan, yang tujuan akhirnya bisa bersama-sama menyelamatkan bumi.

Sinergitas PLN dan Pemprov Jabar ditandai dengan hadirnya Stasiun Penyedia Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) di Gedung Sate, Bandung. Peresmian SPKLU tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil beserta Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril, Senin (2/11).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa electrifying lifestyle merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan energi fosil.

"Ini menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih responsif terhadap kebencanaan. Bencana itu salah satunya karena konsumsi energi fosil, dengan energi listrik setidaknya ikut mengurangi penggunaan energi berbahan baku fosil," jelas Ridwan.

Ia mengatakan dengan menggunakan mobil listrik juga akan terjadi penghematan dalam penggunaan BBM. Jika menggunakan mobil listrik dengan jarak 300 KM akan membutuhkan BBM seharga Rp 250 ribu. Tapi dengan mobil listrik hanya memerlukan biaya sekitar Rp 50 ribu.

Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, electrifying lifestyle juga dilakukan dengan mendorong konversi kompor elpiji ke kompor induksi. Selain lebih ramah lingkungan, konversi ke kompor induksi ini juga akan menghemat anggaran subsidi elpiji yang telah dianggarkan sebesar Rp 50,6 Triliun pada APBN 2020. Konversi ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal.

Electrifying lifestyle juga diharapkan akan mendukung salah satu program Pemprov Jabar yaitu meningkatkan konsumsi energi listrik per kapita. Pemprov Jabar menargetkan konsumsi listrik sebesar 1.693 kWh/kapita pada tahun 2025, dimana pada tahun 2019 telah tercapai 1.032 kWh/Kapita. Angka pencapaian tersebut lebih tinggi dari konsumsi listrik per kapita secara nasional

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril menjelaskan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN siap menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik untuk mendukung electrifying lifestyle. 

Saat ini, PLN juga telah menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) sebanyak 471 titik tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat dan 1 Unit (Stasiun Penyedia Kendaraan Listrik Umum) SPKLU di Gedung Sate ini untuk mendukung penggunaan ‘Eco Moving’.

“SPKLU kini telah hadir di Jawa Barat, ke depan akan kami tambah untuk mendukung electrifying lifestyle. Hadirnya SPKLU ini menjadi bukti bahwa PLN siap mendukung hadirnya kendaraan listrik,” ucap Bob.

Dari sisi pasokan energi listrik, saat ini di Jabar juga dalam kondisi cukup dengan daya mampu mencapai 12.083 Megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 7.475 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 38 persen. 

“Dengan upaya bersama ini, PLN optimis Provinsi Jawa Barat dapat menjadi role model gerakan electrifying lifestyle di Indonesia,” tutup Bob.