Siaran Pers

BUMN Jajaki Kerjasama dengan Bangladesh

BUMN Jajaki Kerjasama dengan Bangladesh

Siaran Pers Nomor PR-11/S.MBU.33/2/2020 Tentang BUMN Jajaki Kerjasama dengan Bangladesh

Jumat, 28 Februari 2020 - Menteri BUMN, Erick Thohir menerima kunjungan delegasi Bangladesh di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta pada Jumat (28/02) pagi. Beberapa perwakilan yang hadir diantaranya adalah Menteri Perkeretaapian Bangladesh, Nurul Islam Sujan, Sekretaris Kementerian Perkeretaapian Bangladesh, Abdul Kalam Azad, Wakil Direktur Jenderal Kementerian Perkeretaapian Bangladesh, Monjur-Ul-Alam Chowdhury, Akumulator, Kementerian Perkeretaapian Bangladesh, Mafakkharul Islam, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Azmar Kabir, dan Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Bangladesh, Kazy Anarkoly.

Selain itu, dari pihak Indonesia, Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero), Budi Noviantoro, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro, dan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero), Zakky Gamal Yasin, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto beserta jajarannya mendampingi Menteri BUMN. Hadir pula sebagai perwakilan Pemerintah Pusat Republik Indonesia, yaitu Direktur Asia Selatan, dan Tengah, Kementerian Luar Negeri, Ferdy Piay.

Menteri BUMN, Erick menyampaikan, Indonesia dan Bangladesh memiliki hubungan bilateral yang baik, dalam hal politik, ekonomi, dan perdagangan. Kerja sama di beberapa sektor menjadi bukti bahwa Indonesia menaruh perhatian yang serius dengan Bangladesh. Bahkan, nilai kerja sama kedua negara telah meningkat sebanyak 8.33% dalam kurun waktu 5 tahun, dari yang semula mencapai US$ 1.45 Miliar pada 2014 menjadi US$ 1.97 Miliar pada 2018.

Kerja sama yang terjalin salah satunya antara Perkeretaapian Bangladesh dengan PT INKA. Sejak 2005 hingga saat ini, terdapat 5 perjanjian kontrak yang telah disepakati. Dari perjanjian kerja sama tersebut, sebanyak  450 Gerbong Kereta yang diproduksi PT Inka telah beroperasi di Bangladesh.

“Saya ingin memastikan bahwa hubungan kedua Negara terus terjalin dengan baik. Terima kasih karena telah bekerja sama dengan Perusahaan (BUMN) kami sejak 2006  untuk menyuplai beberapa gerbong kereta atau lokomotif di Bangladesh, kami sangat menantikan dukungan yang bisa diberikan untuk membangun perekonomian di Bangladesh,” ujar Erick dalam sambutannya.

Kerjasama keduanya berlanjut dalam pengadaan 1.050 gerbong kereta. Dokumen-dokumen penawaran yang diajukan PT INKA kini masih dalam tahap evaluasi oleh pihak Perkeretaapian Bangladesh.  

“Sekarang juga kita diberi kesempatan untuk mengikuti tender 1.050 gerbong yang nilainya mencapai ratusan juta Dollar. Tentu ini menjadi bagian dari pengembangan industri kereta api kita yang tidak hanya fokus di dalam negeri tetapi juga negara lain, seperti Bangladesh,” ujar Erick. 

Erick menambahkan, selain kerjasama dengan PT INKA, proyek strategis lain yang dapat diperhitungkan adalah pembangunan Power Plan dan juga LNG. Oleh karena itu, Erick berencana membahas kedua proyek tersebut bersama PT Pertamina (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Saya harap Anda dapat memberikan kami laporan tentang peluang kerja sama LNG dan Power Plan yang dapat saya tawarkan kepada PLN dan Pertamina. Karena untuk membangun perekonomian, listri tentu sangat penting sehingga peluang kerja sama ini menjadi sesuatu yang harus kita diskusikan di masa depan,” lanjutnya.

Menteri Perkeretaapian Bangladesh, Nurul menawarkan kerja sama lain yang dapat didiskusikan, antara lain terkait infrastruktur yang kini tengah dikembangkan. Nurul berharap investasi dari Indonesia di bidang infrastruktur tersebut.

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang Anda semua mengunjungi Bangladesh, untuk membahas dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dalam hal transportasi kereta api untuk kesejahteraan bersama bagi kedua negara. Kami juga ingin mengundang Indonesia untuk berinvestasi di infrastruktur di negara kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Erick juga menginginkan adanya kerjasama dalam hal Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Rumah Sakit. Untuk pengembangan SDM, Erick menawarkan, adanya pelatihan dari CEO di Indonesia terhadap para pekerja Bangladesh terkait industri perkeretaapian.

“Saya juga ingin beberapa Direktur kami dapat melatih pekerja di Bangladesh dan juga mungkin di masa depan kita juga dapat mengadakan kerjasama dengan BUMN Bangladesh di sektor-sektor lainnya. Kemudian dengan banyaknya isu kesehatan saat ini, terkait adanya virus Corona, saya rasa saya ingin mengeksplor tentang bagaimana Bangladesh mengatasi isu kesehatan, karena pada dasarnya jumlah penduduk kita tidak jauh berbeda,” pungkasnya. 

Demikian press release ini dibuat untuk dapat disebarluaskan kepada masyarakat.

 

Jakarta, 28 February 2020

Kepala Bagian Humas dan Protokol

 

 

                                                                                             Ferry Andrianto