Gambaran

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran sebagai agen pembangunan untuk menunjang program Pemerintah dalam mewujudkan Kemandirian, Kesejahteraan, Keberlanjutan, dan Pemerataan & Kesetaraan.

Sebagai entitas public yang sebagiannya menguasai hajat hidup orang banyak, harapan agar BUMN dapat dikelola secara profesional dan akuntabel telah menjadi komitmen kita Bersama. Namun demikian, sebagai entitas bisnis, BUMN juga dituntut mampu memberikan nilai tambah ekonomi baik dalam bentuk dividen, pajak, maupun peran ekonomi lainnya dalam mendorong pembangunan nasional.

Dalam kaitannya sebagai agen pembangunan, BUMN telah memainkan peran strategisnya dengan terlibat secara aktif dalam proyek prioritas nasional serta menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sector swasta untuk mendorong pemerataan pembangunan. BUMN juga terus melakukan pembangunan berkesinambungan di pelosok-pelosok negeri melalui program “BUMN Hadir untuk Negeri”. BUMN tidak lagi hanya menjadi “local champion” namun juga telah berani berekspansi ke mancanegara untuk mengembangkan pengaruh Indonesia di tataran ekonomi global.

Sampai dengan akhir tahun 2018, total asset BUMN telah menembus angka Rp 8.200 triliun, naik 42% dari tahun 2015 sebesar Rp 5.670 triliun. Di periode yang sama, total laba mencapai Rp 212 triliun, tumbuh 32,5% dari sebelumnya Rp 160 triliun. Kontribusi BUMN terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun melonjak 50% di 2018 menjadi Rp 454 triliun dari Rp 303 triliun di 2015.