PERHUTANI GANDENG STAKEHOLDER GELAR DISKUSI DAN PENANAMAN LAHAN KRITIS DI GARUT

31 Mei 2021

GARUT, PERHUTANI (28/05/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut bersama Divisi Regional (Divre) Jawa Barat dan Banten (Janten), Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk Citanduy menggelar kegiatan gerakan penanaman dan diskusi bersama di lokasi tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) KPH Garut, petak 109b dengan luas 66,31 Hektar pada Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Panyindangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cisompet pada Rabu (26/05).

Acara tersebut dihadiri Kepala Departemen (Kadep) Perlindungan Sumber Daya Hutan dan Perhutanan Sosial (PSDH & PS) Divre Janten, Sudaryana, Administratur KPH Garut, Nugraha beserta jajaran, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Jabar, Epi Kustiawan, Kepala Seksi (Kasi) RHL BPDASHL, Eman Suherman, Pemerhati lingkungan dari Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), Tom Maskun, Tim Pelaksana Teknis, Waslay Centra Multicom, dan Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wangi Lestari (LMDH).

Gerakan menanam dipimpin oleh Kadep PSDH & PS menanam bibit pohon Pinus Merkusii, Kadishut Provinsi Jabar dengan menanam bibit pohon Kayu Manis, dan Kasi RHL BPDASHL menanam jenis pohon Alpukat, kemudian dilanjutkan secara serentak oleh stakeholder dan masyarakat.

Dalam kesempatannya, Sudaryana mengatakan bahwa Perhutani khususnya Divre Janten sudah melaksanakan penanaman tanaman rutin sebanyak 21 juta pohon setiap tahunnya diluar tanaman RHL.

“Terima kasih atas kerjasama semua unsur terkait, karena telah berkolaborasi bersama Perhutani untuk membangun hutan,” ucapnya.

Testimoni saat kunjungan di lokasi, Epi Kustiawan mengatakan bahwa gerakan menanam pohon adalah salah satu upaya menanggulangi lahan kritis di Jawa Barat sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005, tentang pengendalian dan rehabilitasi lahan kritis, serta mendukung surat edaran dari Gubernur Jabar, tentang gerakan tanam dan pelihara pohon di Jawa Barat dalam menangani lahan kritis.

“Jawa Barat untuk arah pembangunannya, yaitu menuju ‘green province‘ maka harus diupayakan sekarang baik di dalam maupun di luar kawasan hutan,” ujarnya.

“Manusia membutuhkan 575 liter oksigen setiap harinya, sedangkan setiap pohon yang ditanam bisa menghidupi 2 orang,” lanjut Evi. (Kom-PHT/Grt/Imn)

Editor : Ywn
Copyright©2021