Pertamina Bantu Ringankan Beban Pinjaman UMK

22 Juni 2021

Jakarta, 21 Juni 2021 – Peran Pertamina dalam membantu usaha mikro kecil (UMK) di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 cukup maksimal. Selain bantuan dalam bentuk program pembinaan, Pertamina melalui Program Pendanaan UMK juga terus berupaya untuk membantu meringankan beban berat terhadap kewajiban pinjaman Mitra Binaan melalui pendampingan langsung.

Pjs. SVP Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman menjelaskan, beberapa cara yang dilakukan oleh Pertamina adalah dengan hingga usahanya mulai bangkit dan mampu untuk lakukan membayar kembali. 

Upaya lainnya adalah dengan penyehatan pinjaman yang dilakukan dengan cara Penjadwalan Kembali Angsuran (Reschedulling) atau Perubahan Syarat Pinjaman (Reconditioning). Diharapkan, lebih dari 80% Mitra Binaan akan kembali lancar dalam waktu 1 sampai dengan 2 tahun. Sehingga banyak MB yang terselamatkan dan kolektibilitas juga kembali lancar.

Beberapa mitra binaan yang telah merasakan manfaat ini adalah Mustofa. Pemilik usaha Batik Kalimataya yang berbasis di Jalan Rebab 25, Serengan, Surakarta, Jawa tengah ini merasa sangat terbantu dengan adanya program monitoring secara langsung dan pendampingan tersebut. “Pendampingan secara langsung sangat membantu kesulitan yang dihadapi Mitra Binaan seperti kami saat ini,” ujarnya.

Selain itu juga ada Asri Pamungkas. Pemilik usaha Gias Collections ini memproduksi aneka produk berbahan kain shibori, baju shibori, dan seni decoupage. Usaha yang berlokasi di Pereng Wetan RT 55 Argorejo Sedayu Bantul ini sempat terkena imbas pandemi yang cukup besar. “Berkat pembinaan, sosialisasi, dan pendampingan dari Pertamina. Saya bisa melewati masa sulit itu dan kembali bangkit,” tuturnya optimistis.

Menurut Fajriyah, melalui Program Pendanaan UMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. 

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) poin 8 melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.