PT INKA Salurkan Bantuan Modal kepada para Santri

14 April 2021

Dalam rangka mengembangkan program kemitraan pengusaha UMKM dengan skema yang lain, PT INKA (Persero) bersinergi dengan Santripreneur Indonesia menggelar pelatihan Bsinis Plan sekaligus menyalurkan pinjaman permodalan berupa 30 Gerobak Mie Ayam. Turut hadir Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd., Inisiator Santripreneur Indonesia K.H. Ahmad S. Utomo dan Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju (12/4).

Pelatihan ini merupakan bekal awal untuk para peserta yang terdiri dari para santri dari kota Madiun dan sekitarnya. Adapun modal yang dipinjamkan adalah berwujud barang yakni gerobak mie ayam.

Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd. Mengatakan bahwa Santripreneur ini  diharapkan dengan bekal keagamaan tentunya mereka semakin maju juga secara bisnis.

“Kalau kita mendengar santri, tentunya, itu pasti pintar ngaji, pintar keagamaan masalah kegiatan pondok dan sebagainya. Dengan Santripreneur ini mereka juga bisnis yang artinya bisnis ini dengan kolaborasi pola-pola seperti ini santrinya pasti akan maju,” jelas Maidi.

Maidi juga menambahkan jika suatu saar diperlukan, penjual mie ayam gerobak Santripreneur ini berpeluang bisa dimasukkan di kelurahan  dengan program UMKM dengan disediakan tempat sendiri. Dengan begitu masyarakat dapat tertarik denganmie ayam jualan Santripreneur ini.

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju juga mengungkapkan bahwa 30 gerobak yang diberikan sebagai modal pinjaman ini juga masih awalan untuk melihat animo. Tidak kurang dengan 30 gerobak yang disediakan ternyata ada sekitar 400 peminat yang ingin bergabung.

“Program ini kecil ya kita masih “mancing” peminat. Kita programkan 30 gerobak dulu. Kita kerja sama dengan Santripreneur karena lobby-nya terkenal mudah dengan perusahaan BUMN yang lain. Siapa tahu mereka ingin ke Madiun untuk kerja sama dengan Santriperneur ini,” ungkap Agung.

“Di Madiun INKA BUMN pertama yang bekerja sama dengan Santripreneur Indonesia. Diharapkan target kami dari 30 gerobak dari warga kota Madiun menjadi 100,” tambahnya.